Mengenal proses pembuatan dan sejarah arang dan briket
Briket adalah arang
yang dijadikan bahan bakar yang dicampur dengan bahan lain merupakan bahan
bakar yang menghasilkan api yang panas dan hampir tanpa asap, briket ini cukup
populer digunakan pada masa sekitar tahun 1997 an di Amerika untuk memasak di
luar ruangan.
Arang dasar diperoleh dari hasil pembakaran bahan kaya
carbon seperti kayu yang rendah oksigen, proses ini menghilangkan uap air dan gas
yang mudah menguap yang terdapat dalam bahan arang dasar asli, briket tidak hanya
membakar lebih lama dan lebih stabil dari kayu tetapi juga lebih ringan.
Arang telah diproduksi sejak jaman prasejarah 5300 tahun yang
lalu, setelah penemuan dapur tinggi sekitar 1400 M, arang digunakan secara luas
di eropa untuk peleburan besi, hutan yang
melimpah di Amerika serikat digunakan
untuk mengektraksi perak dan biji, untuk bahan bakar kereta api, untuk pemanas
rumah dan untuk komersial. Tahun 1920 Hendri Ford menemukan briket arang dan
berhasil memanfaatkan serbuk gergaji dan kayu bekas, mendorong penggunaan mobil
untuk rekreasi, pemanggang barbekyu, bahan utama lainnya digunakan untuk menghasilkan
api bersuhu tinggi dan tahan lama seperti batubara, berbagai jenis batubara
dapat digunakan.
gambar 1. Proses pembuatan briket
Proses pembuatan briket
Membakar kayu
Dibutuhkan beberapa hari untuk memuat tungku beton ukuran
biasa dengan sekitar 50 ikat kayu, saat pembakaran di mulai, lubang pemasukan
udara dan ventilasi pembuangan terbuka penuh untuk menarik oksigen yang cukup
untuk menghasilkan api yang panas, selama periode pembakaran selama seminggu,
fort dan ventilasi disesuaikan untuk mempertahankan suhu antara sekitar 840° –
950° F (450°-510° C). Pada akhir periode pembakaran yang diininkan, fort
pemasukan udara ditutup, ventilasi pembuanan ditutup satu atau dua jam
kemudian, setelah asap berhenti, untuk menghindari peningkatan tekanan didalam
tungku dikosongkan dan kayu arang yang telah dikosongkan, kayu arang yang telah
dikarbonisasi di haluskan.
Karbonisasi batubara
Batu bara dengan kadar yang lebih rendah juga dapat
dikarbonisasi untuk digunakan dalam arang, batubara yang diancurkan pertama
tama dikeringkan dan kemudian dipanaskan hingga 1100° F (590° C) untuk menghilankan
komponen yang mudah menguap, setelah didinginkan udara, disimpan sampai digunakan.
gambar 2. Proses pembuatan briket
Briket
Arang dan bahan bahan kecil seperti pengikat dimasukan dalam
komposisi yang tepat kedalam pencampur, dimana mereka dicampur secara menyeluruh,
pada titik ini bahan tersebut memiliki kadar air sekitar 35%, bahan yang
tercampur dimasukkan kedalam rol press berlawanan yang berisi lekukan cetakan
seukuran briket, karena kadar air bahan pengikat suhu sekitar 105° F atau 40° C
dan tekan press pengulung briket mempertahankan bentuknya saat keluar dari bagian
bawah mesin press.
Proses selanjutnya briket dibawa untuk pengeringan dengan suhu
pemanas sekitar 275° F atau 135° C selama 3 sampai 4 jam untuk mengurangi kadar
airnya menjadi sekitar 5%, briket dapat diproduksi dengan kecepatan 2.200 – 20.000
lb (1 – 9 metrik ton per jam), briket dikemas dan disimpan dalam silo untuk
menunggu peniriman sampai digunakan pengguna.
Cara membuat dan proses arang dan briket batu bara tidak
banyak berubah , dengan teknologi yang
lebih modern proses pembuatan waktu yang digunakan menjadi lebih cepat.